Saya akan bercerita melalu media blogger tentang 'Pengalaman yang merubah Jati Diri' semoga para membaca senang dalam penulisan Blog Saya yang pertama ini, sebelum memulai Saya akan menceritakan background Saya terlebih dahulu.
Saya termasuk orang yang keras kepala, tentunya para readers mengerti bahasa Konotasi ''Keras Kepala'' adalah tidak dapat dibilang satu atau dua Kali, saya merupakan sifat orang yang pemalas dalam mengerjakan apapun kecuali itu ada timbal balik, banyak teman Saya yang memberikan masukan, tetapi suatu itu tidak jadi bahan Refleksi saya, iya benar, hanya ''Masuk kuping kanan/kiri, Keluar kuping kiri/kanan'', egois dan acuh terhadap lingkungan sekitar.
Sehingga banyak teman yang mulai menjauh satu per satu, Karena tidak ada kemajuan dari sendiri.
Saya termasuk orang yang keras kepala, tentunya para readers mengerti bahasa Konotasi ''Keras Kepala'' adalah tidak dapat dibilang satu atau dua Kali, saya merupakan sifat orang yang pemalas dalam mengerjakan apapun kecuali itu ada timbal balik, banyak teman Saya yang memberikan masukan, tetapi suatu itu tidak jadi bahan Refleksi saya, iya benar, hanya ''Masuk kuping kanan/kiri, Keluar kuping kiri/kanan'', egois dan acuh terhadap lingkungan sekitar.
Sehingga banyak teman yang mulai menjauh satu per satu, Karena tidak ada kemajuan dari sendiri.
Pada pertengahan semester di bangku sekolah SMA, hampir semua Mata Pelajaran yang diujikan sekolah, Remedial (Remedial adalah pengulangan yang diujikan oleh Guru pengajar sampai mencapai standard minimal yang ditentukan) mau tak mau Saya harus mengikuti jadwal Remedial yang ditentukan oleh Guru, tentu rasanya sangat tidak menyenangkan.
1. Pertama, Belajar dua kali materi yang diujikan
2.Malu terhadap teman, banyak teman Pasti yang menilai Satu dengan yang dari nilai
3.Waktu, tentunya Kita pasti menyiakan waktu untuk hal yang sama
1. Pertama, Belajar dua kali materi yang diujikan
2.Malu terhadap teman, banyak teman Pasti yang menilai Satu dengan yang dari nilai
3.Waktu, tentunya Kita pasti menyiakan waktu untuk hal yang sama
Masih banyak yang tentunya merugikan hal tersebut, semua kejadian itu berjalan sangat terasa lama sekali, berjalannya waktu setelah usai jadwal UTS-Remedial.
Pada minggu kedua seusai UTS dan Remedialnya saya dihubungi oleh Teman SMP saya melalui social media(BBM) untuk berkumpul mengobrol, bercanda Dan sebagainya yang wajar dilakukan saat berkumpul.
Saya dan Teman (Teman saya SMP yang melanjutkan ke jenjang SMA, SMA satu sekolah dengan saya [Jeremy] ) dengan cepat ke tempat yang dijanjikan oleh Teman Teman SMP saya yang lain.
Berjalannya waktu, tempat yang kami janjikan sudah sangat dekat.
Pada minggu kedua seusai UTS dan Remedialnya saya dihubungi oleh Teman SMP saya melalui social media(BBM) untuk berkumpul mengobrol, bercanda Dan sebagainya yang wajar dilakukan saat berkumpul.
Saya dan Teman (Teman saya SMP yang melanjutkan ke jenjang SMA, SMA satu sekolah dengan saya [Jeremy] ) dengan cepat ke tempat yang dijanjikan oleh Teman Teman SMP saya yang lain.
Berjalannya waktu, tempat yang kami janjikan sudah sangat dekat.
Tapi ditengah perjalanan, Saya mengalami kecelakaan, saya ingat tidak pasti kondisi apa saya saat itu, yang saya ingat motor yang saya kendarai hancur, luka dibagian punggung, Dan sakit dibagian Bahu. tentu pada kejadian itu saya sudah tidak terpikirkan untuk melanjutkan perjalanan.
Setelah itu saya dibantu untuk menepi oleh orang sekitar yang melihat kejadian kecelakaan tersebut, setelah saya berada dibahu jalan Dan menghubungi Jeremy untuk membantu saya ke Rumah Sakit terdekat.
Ternyata Jeremy dateng bersama Teman Teman yang lain, sesampai di Rumah Sakit, saya langsung ditanggapi oleh pihak Rumah Sakit ke ruang UGD untuk melakukan tindak selanjutnya, Teman Teman SMP saya menunggu diluar.
Diruangan dalam tentunya saya mengeluhkan yang saya rasakan kepada Dokter, Untuk bagian bahu yang saya rasakan begitu sakit, Dokter menyarankan untuk melakukan Rontgen , Setelah saran dari dokter dilakukan.
Menunggu hasil rontgen tersebut tidak begitu lama, Dan hasil dari rontgen tulang bagian bahu saya patah, Pada saat itu saya sangat down, panik dan terngiang pertanyaan 'apa saya bisa melakukan aktivitas seperti biasanya?'
Tidak lama kemudian Teman Teman saya yang berada diluar ruangan, diperbolehkan untuk masuk. Kemudian saya meminta maaf kepada Teman saya Karena kita menjadi ditunda untuk berkumpul, mereka menerima alasan saya saat itu.
Saat itu keluarga kami memilih Kesehatan Alternatif. Mengambil libur sekolah seminggu lamanya. Dan beberapa minggu kemudian akan diadakan UAS ( Ujian Akhir Semester ).
Ternyata Jeremy dateng bersama Teman Teman yang lain, sesampai di Rumah Sakit, saya langsung ditanggapi oleh pihak Rumah Sakit ke ruang UGD untuk melakukan tindak selanjutnya, Teman Teman SMP saya menunggu diluar.
Diruangan dalam tentunya saya mengeluhkan yang saya rasakan kepada Dokter, Untuk bagian bahu yang saya rasakan begitu sakit, Dokter menyarankan untuk melakukan Rontgen , Setelah saran dari dokter dilakukan.
Menunggu hasil rontgen tersebut tidak begitu lama, Dan hasil dari rontgen tulang bagian bahu saya patah, Pada saat itu saya sangat down, panik dan terngiang pertanyaan 'apa saya bisa melakukan aktivitas seperti biasanya?'
Tidak lama kemudian Teman Teman saya yang berada diluar ruangan, diperbolehkan untuk masuk. Kemudian saya meminta maaf kepada Teman saya Karena kita menjadi ditunda untuk berkumpul, mereka menerima alasan saya saat itu.
Saat itu keluarga kami memilih Kesehatan Alternatif. Mengambil libur sekolah seminggu lamanya. Dan beberapa minggu kemudian akan diadakan UAS ( Ujian Akhir Semester ).
Jadwal sudah dibagikan terhadap masing masing kelas, tentunya saya tidak mau mengulang kejadian yang terjadi pada saat UTS ( Ulangan Tengah Semester ), saya belajar dengan keras untuk mendapatkan nilai yang terbaik, dan hasil raport saat itu, semua Mata Pelajaran yang diujikan Lulus Standard minimal yang ditentukan.
Setelah kejadian yang menimpah saya tersebut, banyak pelajaran yang saya dapat dan tentu ada keinginan untuk mereset semua sifat buruk saya. Dan jangan menunggu berubah sebelum ditegur.
Setelah kejadian yang menimpah saya tersebut, banyak pelajaran yang saya dapat dan tentu ada keinginan untuk mereset semua sifat buruk saya. Dan jangan menunggu berubah sebelum ditegur.
Demikian ''Pengalaman yang merubah Jati Diri'' dari saya, semoga cerita dari saya bermanfaat untuk kalian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar